MARHABAN YA RAMADHAN: Momentum Pembentukan Perilaku dan Karakter dengan Akreditasi Unggul

 MARHABAN YA RAMADHAN: Momentum Pembentukan Perilaku dan Karakter dengan Akreditasi Unggul

Selamat menjalankan ibadah puasa

Oleh: Munawir Kamaluddin, Dosen UIN Alauddin Makassar

Marhaban ya Ramadhan…
Engkau datang bukan hanya sebagai bulan penuh rahmat, tetapi sebagai momentum sakral untuk membentuk perilaku dan karakter kita agar mencapai akreditasi unggul dalam keimanan dan amal.

Saat detik-detik menuju kehadiranmu semakin mendekat, jiwa-jiwa kita dipanggil untuk menyelami lautan kebajikan, menggali potensi terbaik yang selama ini tersembunyi di balik rutinitas duniawi.

Di ambang waktu yang singkat ini, kita dihadapkan pada pertanyaan mendalam:
Apakah kita telah mempersiapkan hati untuk menerima perubahan?, Apakah kita sanggup menyucikan diri dan menata ulang perilaku agar selaras dengan tuntunan Ilahi?
Akankah kita meraih akreditasi unggul, bukan sekadar pengakuan dunia, tetapi sebagai bukti nyata keunggulan karakter dan perilaku yang mendekatkan kita kepada-Nya?
Allah berfirman:
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ramadhan adalah ladang amal dan titik balik kehidupan. Ia mengajarkan kita bahwa perilaku dan karakter yang unggul bukanlah sekadar anugerah, melainkan hasil dari perjuangan dan ketekunan dalam meniti jalan kebenaran.

Dalam keheningan malam yang penuh keajaiban, ketika langit tampak merendahkan diri, kita diberi kesempatan untuk menata kembali jiwa, memoles kepribadian agar bersinar dengan cahaya kebenaran, keikhlasan, dan kebajikan.

Bayangkan, dalam setiap sujud dan tatap mata pada Al-Qur’an, terkandung janji akreditasi unggul; janji bahwa setiap amal yang dilakukan dengan niat tulus akan mengukir rekam jejak keunggulan dalam diri kita. Ramadhan bukan sekadar masa untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi waktu untuk menahan segala sifat negatif dan menggantikannya dengan perilaku mulia.
Rasulullah SAW. bersabda:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ، فُتِحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
“Apabila Ramadhan tiba, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam cahaya sabda tersebut, tersirat undangan untuk mereformasi diri, mewujudkan perilaku yang murni dan karakter yang terasah.

Dengan setiap doa yang kita panjatkan, dengan setiap tilawah yang kita resapi, kita sedang menanam benih-benih perubahan yang kelak akan tumbuh menjadi pohon keunggulan dalam jiwa kita.

Kini, hanya tinggal beberapa hari lagi sebelum engkau menghampiri, wahai Ramadhan. Mari kita sambut kehadiranmu dengan semangat optimisme dan kesiapan hati yang tulus. Marilah kita rapatkan tekad untuk menata perilaku, mengasah karakter, dan menggapai akreditasi unggul dalam setiap aspek keimanan dan ibadah.

Biarkan setiap detik yang kita lalui dalam kehadiranmu menjadi saksi perjalanan kita menuju penyucian diri, menuju kebajikan, menuju kesempurnaan yang sejati.

Karena sesungguhnya, kesempurnaan yang sejati dan keunggulan dalam perilaku dan karakter adalah tanda bahwa kita telah menjadi insan yang tidak hanya hidup, tetapi juga bermakna, mendekat kepada Sang Pencipta dengan sepenuh hati.

Marhaban ya Ramadhan…
Kami menyambutmu dengan jiwa yang siap berubah, dengan hati yang telah dirapikan, dan dengan tekad yang membara untuk menapaki jalan menuju akreditasi unggul dalam perilaku dan karakter. Semoga kehadiranmu membawa transformasi yang mendalam, menjadikan kami pribadi yang lebih baik, lebih bijaksana, dan lebih dicintai oleh-Nya.

*MERAIH AKREDITASI UNGGUL DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU DAN KARAKTER DIBULAN RAMADHAN*

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya diatas, Ramadhan adalah bulan suci yang Allah SWT hadirkan sebagai momentum penyucian jiwa, penguatan spiritualitas, serta pembentukan karakter unggul bagi setiap Muslim. Ibadah puasa yang diwajibkan dalam bulan ini bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kualitas diri, baik dalam aspek moral, sosial, maupun spiritual.

Dalam perspektif Islam, karakter yang baik adalah indikator dari akreditasi unggul seorang hamba di sisi Allah SWT.
Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلَاقِ

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi)

Hadits ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter adalah misi utama dakwah Islam. Oleh karena itu, Ramadhan menjadi kesempatan emas untuk meraih akreditasi unggul dalam perilaku dan karakter seorang Muslim.

1.Ramadhan sebagai Madrasah Pembentukan Perilaku dan Karakter

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama dari puasa Ramadhan adalah “لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ” (agar kamu bertakwa). Takwa mencakup pengendalian diri, kesabaran, kejujuran, kepedulian sosial, dan disiplin, yang merupakan elemen penting dalam pembentukan karakter unggul.

Dalam bulan ini, setiap Muslim dididik untuk:

1. Menjaga lisan dan hati dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia serta menghindari kebohongan. Rasulullah SAW. bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makanan dan minumannya.” (HR. Bukhari)

2. Melatih kesabaran dan pengendalian diri, sebagaimana sabda Nabi SAW:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ، فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ، فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ

“Puasa adalah perisai. Jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah berkata kotor dan jangan bertengkar. Jika seseorang mencacinya atau mengajaknya bertengkar, hendaklah ia berkata: ‘Aku sedang berpuasa’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial, sebagaimana hadis Nabi SAW:
أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ

“Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi)

2. Akreditasi Unggul dalam Islam: Standar Kesempurnaan Perilaku dan Karakter

Dalam dunia pendidikan, akreditasi adalah tolok ukur kualitas. Dalam Islam, standar akreditasi unggul bagi seorang hamba adalah akhlak mulia. Rasulullah SAW. bersabda:
إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempatnya denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi)

Standar akreditasi unggul dalam Islam meliputi:

1. Keikhlasan dalam ibadah – Sebagaimana firman Allah:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
“Padahal mereka hanya diperintahkan untuk menyembah Allah dengan ikhlas dalam menjalankan agama.” (QS. Al-Bayyinah: 5)

2. Menjaga amanah dan tanggung jawab, Sebagaimana sabda Nabi SAW.

لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ، وَلَا دِينَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَهُ

“Tidak ada iman bagi orang yang tidak menjaga amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji.” (HR. Ahmad)

3. Bersikap adil dan menegakkan kebenaran – Sebagaimana firman Allah:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan.” (QS. An-Nahl: 90)

3. Solusi untuk Meraih Akreditasi Unggul di Bulan Ramadhan

Untuk menjadikan Ramadhan sebagai momen pembentukan karakter dan meraih akreditasi unggul, ada beberapa langkah solutif yang bisa dilakukan:

1. Meningkatkan ibadah dan muhasabah diri, dengan memperbanyak shalat malam, dzikir, dan membaca Al-Qur’an.

2. Memperbaiki hubungan sosial, dengan menjaga silaturahmi, menghindari konflik, dan memperbanyak sedekah.

3. Melatih kesabaran dan pengendalian emosi, dengan menjauhi perkataan sia-sia dan menjaga hati dari prasangka buruk.

4. Mengamalkan nilai-nilai Ramadhan setelah bulan ini berakhir, sehingga kebiasaan baik terus berlanjut sepanjang tah

Maka oleh kareba itu, maka Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, tetapi madrasah pembentukan perilaku dan karakter unggul. Dengan menanamkan nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, kejujuran, dan kepedulian sosial, kita dapat meraih akreditasi unggul sebagai hamba Allah SWT yang bertakwa.
Sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah:

اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ وَأَعِنَّا عَلَى صِيَامِهِ وَقِيَامِهِ وَتَقَبَّلْهُ مِنَّا

“Ya Allah, sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan, bantulah kami dalam menjalankan puasa dan qiyamnya, serta terimalah amal kami.”

Semoga Ramadhan kali ini menjadi jalan bagi kita untuk meraih akreditasi unggul di sisi Allah SWT. Marhaban Ya Ramadhan.”

*PENUTUP DAN KESIMPULAN*

Marhaban ya Ramadhan…
Engkau hadir sebagai pelita yang menerangi gulita, sebagai embun yang menyejukkan jiwa, sebagai anugerah yang menghadirkan keberkahan.

Engkau bukan sekadar tamu yang datang setahun sekali, tetapi engkau adalah madrasah kehidupan yang membawa cahaya bagi hati yang haus akan ketenangan dan keberkahan.

Wahai jiwa-jiwa yang merindu…
Tidakkah kita merasa bahagia menyambut bulan yang di dalamnya Allah membuka pintu rahmat-Nya seluas samudera? Tidakkah kita bergetar dalam harap saat mengetahui bahwa setiap detik di bulan ini adalah kesempatan emas untuk meraih ridha-Nya? Tidakkah hati ini melonjak dalam kegembiraan saat tahu bahwa Ramadhan adalah saat di mana dosa-dosa luruh, amal-amal berlipat ganda, dan pintu surga terbuka lebar bagi mereka yang bersungguh-sungguh?.
Allah berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًۭى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَـٰتٍۢ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)

Maka, tidakkah hati kita bergemuruh dalam kebahagiaan?
Tidakkah kita ingin menjadikan Ramadhan ini sebagai ladang amal yang kita sirami dengan doa dan sujud, yang kita bajak dengan kesabaran, yang kita panen dengan keberkahan?

Marhaban ya Ramadhan…
Engkau datang membawa cahaya bagi hati yang lama tertidur dalam kelalaian.
Engkau datang membawa keberkahan bagi jiwa yang haus akan kesejukan.
Engkau datang membawa peluang emas untuk meraih derajat tertinggi di sisi Allah.

Inilah saatnya kita menyambutmu dengan semangat dan optimisme!
Bukan dengan keluh kesah, bukan dengan rasa berat, bukan dengan keterpaksaan. Tetapi dengan cinta yang tulus, dengan harapan yang tinggi, dengan tekad yang kokoh.
Rasulullah SAW. bersabda:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ، فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ

“Apabila Ramadhan tiba, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Inilah saatnya kita menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan.
Menjadi lebih sabar, lebih ikhlas, lebih dermawan, lebih dekat dengan Allah.
Menjadikan setiap hari di bulan ini sebagai lembaran baru yang bersih, tanpa cela, tanpa noda, penuh dengan amal kebajikan yang menyejukkan hati.

Marhaban ya Ramadhan…
Kami menyambutmu dengan sukacita!
Kami akan mengisi harimu dengan ibadah yang terbaik, dengan doa-doa yang tulus, dengan tilawah yang menenangkan, dengan amal yang berlipat ganda.
Kami akan memuliakan setiap detik kehadiranmu, menjadikannya momentum emas untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh cinta dan harapan.

Dan ketika engkau bersinar di ufuk hati kami, biarlah cahaya itu menerangi langkah-langkah kami.
Menjadikan setiap sujud lebih bermakna, setiap doa lebih khusyuk, setiap amal lebih ikhlas.
Sebab engkau adalah bulan yang mulia, bulan yang penuh keberkahan, bulan yang akan kami sambut dengan hati yang gembira dan jiwa yang optimis.

Marhaban ya Ramadhan… selamat datang dalam pelukan rindu kami. # Wallahu A’lam Bishawab.

 

Facebook Comments Box